Tren Kondisi Umum Terumbu Karang
Tren Kondisi Terumbu Karang
Persentase stasiun survei berdasarkan kategori kondisi tutupan karang hidup (Live Coral Cover) tiap tahun.
Live Coral Cover (LC) = HC + SC
Rendah: LC < 19%
Sedang: 19% ≤ LC ≤ 35%
Tinggi: LC > 35%
Persentase = (jumlah stasiun per kategori ÷ total stasiun tahun tsb) × 100%
Tren Komposisi Ekosistem Terumbu Karang per Tahun
Kondisi Terumbu Karang per Tahun (100%)
Rata-rata komposisi tutupan karang per tahun, dikelompokkan menjadi 6 kategori dan dinormalisasi hingga total tepat 100%.
Live Coral Cover = AVG(HC) + AVG(SC)
Other = AVG(SP) + AVG(OT)
Available Substrate = AVG(R) + AVG(RK) + AVG(FS)
Sand = AVG(S) + AVG(SI)
Disturbance Indicators = AVG(DC) + AVG(DCA)
Pollution Indicators = sisa agar total 100%
Komposisi Substrat Terumbu Karang per Tahun
Komposisi Substrat Terumbu Karang per Tahun
Rata-rata persentase tiap 10 kategori substrat karang per tahun: Hard Coral, Soft Coral, Recently Killed Coral, Nutrient Indicator Algae, Sponge, Rock, Rubble, Sand, Silt, dan Other.
Nilai per kategori = AVG(kategori), dikelompokkan per tahun.
Perbandingan Rata-rata per Stasiun
Perbandingan Rata-rata per Stasiun
Rata-rata persentase komposisi substrat karang (metode Line/Point Intercept Transect) per stasiun monitoring, mencakup 10 kategori: Hard Coral (HC), Soft Coral (SC), Sponge (SP), Other Biota (OT), Rubble (R), Fleshy Seaweed (FS), Sand (S), Silt (SI), Recent Dead Coral (DC), dan Dead Coral with Algae (DCA).
Nilai per kategori = AVG(kategori), dikelompokkan per stasiun.
Tutupan Karang berdasarkan Kawasan
Tutupan Karang berdasarkan Kawasan
Rata-rata tutupan karang keras (HC) tiap kawasan konservasi, dihitung dari seluruh stasiun survei di kawasan tersebut.
HC = tutupan karang keras, tanpa karang lunak
Nilai kawasan = AVG(HC) seluruh stasiunnya
Rendah: HC < 19%
Sedang: 19% ≤ HC ≤ 35%
Tinggi: HC > 35%
Tutupan Karang berdasarkan Provinsi
Tutupan Karang berdasarkan Provinsi
Rata-rata tutupan karang keras (HC) tiap provinsi, dihitung dari seluruh stasiun survei di kawasan konservasi provinsi tersebut.
Baris survei tidak mencatat provinsinya sendiri; provinsi diambil dari kawasan konservasi tempat stasiun itu berada. Stasiun di luar kawasan konservasi karena itu tidak dapat ditempatkan ke provinsi mana pun dan tidak disertakan.
HC = tutupan karang keras, tanpa karang lunak
Nilai provinsi = AVG(HC) seluruh stasiunnya
Rendah: HC < 19%
Sedang: 19% ≤ HC ≤ 35%
Tinggi: HC > 35%
Ringkasan Kondisi
—
Tren Kerapatan Lamun
Tren Kerapatan Lamun
Jumlah stasiun survei per kelas kerapatan tutupan lamun, dikelompokkan per tahun.
Jarang: 0–25%
Sedang: 26–50%
Padat: 51–75%
Sangat Padat: 76–100%
Kartu ini menampilkan angka nasional; endpoint-nya tidak menerima filter kawasan.
Perbandingan Rata-rata per Stasiun
Perbandingan Rata-rata per Stasiun
Rata-rata tutupan tiap jenis lamun per stasiun monitoring: Enhalus acoroides (EA), Thalassia hemprichii (TH), Cymodocea serrulata (CS), Cymodocea rotundata (CR), Halodule uninervis (HU), Halophila pinifolia (HP), Halophila ovalis (HO), Syringodium isoetifolium (SI), dan Thalassodendron ciliatum (TC).
Tutupan Lamun berdasarkan Provinsi
Tutupan Lamun berdasarkan Provinsi
Rata-rata tutupan lamun tiap provinsi, dihitung dari seluruh stasiun survei di kawasan konservasi provinsi tersebut.
Baris survei tidak mencatat provinsinya sendiri; provinsi diambil dari kawasan konservasi tempat stasiun itu berada.
Ringkasan Kondisi
—
Tren Tutupan & Kerapatan Mangrove
Tren Tutupan & Kerapatan Mangrove
Rata-rata tutupan tajuk (%) dan kerapatan pohon (pohon/ha) per tahun survei.
Perbandingan Rata-rata per Stasiun
Perbandingan Rata-rata per Stasiun
Tutupan tajuk dan kerapatan pohon per stasiun monitoring, termasuk nilai di tepi tegakan.
Tutupan Tajuk Mangrove berdasarkan Provinsi
Tutupan Tajuk Mangrove berdasarkan Provinsi
Rata-rata tutupan tajuk tiap provinsi, dihitung dari seluruh stasiun survei di kawasan konservasi provinsi tersebut.
Baris survei tidak mencatat provinsinya sendiri; provinsi diambil dari kawasan konservasi tempat stasiun itu berada.
Ringkasan Kondisi
—